Arei menghubungi orang tua Zeno detik itu juga. Ini bukan soal buru-buru, tapi memang harus dilakukan secepatnya, itu yang dia inginkan. Gayung bersambut, permintaan Arei kepada orang tua Zeno di sambut baik. Tak di sangka, orang tua Zeno pun langsung pulang malam itu juga, dan melakukan pertemuan malam itu juga dengan kedua kerga besar. Semua terasa begitu mudah. Sampai akhirnya mereka bertunangan malam itu. Ayah Zeno telah berubah sejak lama, namun ia tidak tahu bagaimana cara ia berkomunikasi dengan baik kepada anaknya. Dengan adanya Arei, semua jadi lebih terbuka, Zeno tahu bahwa Arei pun tidak mencintainya karena sebuah bisnis semata, tetapi tulus dari lubuk hatinya. “Percaya lo sekarang sama gue?” sekarang mereka dalam perjalanan menuju MD. “Iya, gue percaya.” Zeno berucap sa

