Suasana Asing

1387 Kata

“Masih kerja?” suara Raimas serak, baru saja bangun. Ibnu menoleh sebentar dari depan laptop. “Iya, bentar lagi selesai. Tidurmu nyenyak banget, sayang.” Raimas tersenyum samar, lalu menyadari dirinya sudah tak di pangkuan Ibnu lagi—hanya selimut tebal yang kini melindungi tubuhnya dari dingin. Ia bangkit pelan, mencoba tidak mengganggu suaminya yang masih fokus menatap layar. Kepalanya masih berat, tapi rasa haus memaksanya melangkah ke dapur. Begitu membuka kulkas dan mengambil botol air, matanya tertumbuk pada ponsel yang tergeletak di lemari yang terbuka. Layar menyala, menampilkan notifikasi dari Indra. “Suasana studio hari ini.” Disusul beberapa foto: ruangan penuh lampu, kain backdrop warna pastel, dan wajah-wajah yang sangat Raimas rindukan. Azka, Richam, Khadijah—semuanya sib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN