“Tidak apa-apa, Sintia. Saya saja. Pekerjaanmu banyak.” Sintia akhirnya pasrah saja. “Hati-hati, Bu Raina.” Ucapnya. Semua teman kerjanya tahu bahwa Raina mengalami insiden ketika berada di Semarang. Kala mengamuk pada seluruh karyawannya karena tidak bisa menjaga adiknya yang menghilang tiba-tiba. Seluruh karyawan Kala sangat paham bahwa bos mereka sangat menyayangi Raina. Mereka hanya tahu bahwa Raina adalah adik Kala dan Kieran. Kala mengatakan pada seluruh karyawannya untuk mengawasi Raina karena dia tidak ingin adiknya kembali sakit. Raina mengangguk pada ucapan Sintia lalu menjalankan motornya pergi untuk mengantarkan makanan pesanan. Raina merengut seraya menekan klakson motornya setibanya di depan pagar rumah Aidil. Rumah yang dulu pernah dia dan Aidil tempati. Rumah yang m

