Ada banyak cara perpisahan di dunia ini yang ditawarkan oleh waktu bagi dua sosok jiwa yang tak bisa lagi bersatu. Bisa lewat kematian, jarak membentang, hati yang berpaling, dan entah apalagi yang bisa diingat Angga. Sebab pria itu cuma bisa terduduk lesu di samping Una, menatap gadis itu kosong. Seperti berada dalam jarak yang jauh, Una tak bisa lagi digapai olehnya. "Tapi, gue masih bisa temenan sama lo kayak dulu, kan, Na?" tanya Angga berharap kali ini tidak ada lagi ucapan yang mengoyak hatinya terlalu parah. Una menoleh dan tersenyum. "Sejak kapan mantan pacar bisa jadi musuh, Ga? Kita masih jadi temen asal nggak melewati ..." Una membuat garis maya diantara mereka, "batas yang gue buat kayak tadi." Angga menghela napas pelan, entah merasa lucu atau berterimakasih pada Una yang

