"Mengapa rasanya aku gugup sekali?" tanya Shin Min dalam hati.
Keringat mulai mengucur dari pori-pori dahi Shin Min. Membuat Sa Rang harus mengelapnya berkali-kali menggunakan tisu. Darah namja berambut orange itu juga berdesir cepat.
Selain rasa gugup yang abnormal, dalam hati kecil Shin Min ... ia merasakan sosok lain dalam Sa Rang. Bahkan baginya, binar mata gadis itu tak asing lagi. Ya, Yoon Cheon Sa. Mantan kekasih Ha Ru yang dulu juga pernah hinggap di hati Shin Min.
"Tuhan hentikan rasa gugup ini!" batin Shin Min.
...
"Wahhh hasil make up-nya bagus sekali,"
"Apa kau yakin belum pernah bekerja Sa Rang? Hasil riasanmu sangat keren,"
"Shin Min jadi terlihat sangat manly. Menakjubkan!"
Pujian bertubi-tubi datang dari jajaran make up artist untuk Sa Rang. Hasil riasan Sa Rang di wajah Shin Min memang sangat bagus. Bahkan ia seperti make up artist yang sudah sangat profesional. Ha Ru hanya menatap Sa Rang tajam. Ia tetap menganggap bahwa Sa Rang hanyalah anak SMA yang menjadi make up artist amatiran.
"Ha Ru-ah, kau pasti menyesal karena tidak mau dirias oleh Sa Rang," goda Ho Joon.
"Aniya! Make up-an Mi Gyeol noona jauh lebih bagus kok!" jawab Ha Ru.
"Ah yasudahlah, ayo shooting akan segera dimulai,"
...
Ha Ru pov
Malam ini aku terduduk di ruang tamu bersama dengan member SEVEN STARS yang lain. Hyun Gi hyung dan Shin Min sedang sibuk dengan PSP-nya, Hoseok hyung, Ho Joon hyung dan Jin hyung sibuk dengan ponselnya, sedangkan Tae Joon sibuk dengan kegiatan ke'alien'annya. Ia berlari kesana kemari tanpa tujuan. Dan aku sendiri sibuk bergemelut dengan pikiranku.
Sudah enam bulan terakhir pikiranku kacau balau. Apalagi setiap melihat balon dan kalung berbentuk sayap malaikat yang ada di kamarku. Ditambah lagi ... Saat aku melihat make up artist amatiran itu, Sa Rang maksudku. Saat aku melihatnya, aku makin merasa bahwa aku kehilangan sesuatu. Padahal sudah jelas kami tak pernah bertemu sebelumnya.
"Yakk ... apa kalian merasakan sesuatu pada Sa Rang?" tanya Jin hyung tiba-tiba. Membuat semua kesibukan yang dilakukan member lain berhenti. Bahkan Tae Joon menghentikan tindakan autisnya itu.
"Sesuatu bagaimana hyung?" tanya Hoseok hyung.
"Ayolah ... kalian pasti tau kalau wajahnya itu mirip sekali dengan Cheon Sa," kata Jin hyung sambil beberapa kali melirikku.
Bingo! Bukan hanya aku yang berpendapat begitu.
"Mmmhhh ... aku juga merasa begitu, suaranya juga sangat mirip. Bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini?" ujar Ho Joon hyung.
"Ahh rupanya bukan cuma aku yang merasakan hal aneh itu," desah Shin Min.
"Iya, sorot matanya familiar bagiku," tutur Tae Joon.
"Kalau menurutmu bagaimana Ru?" tanya Hyun Gi hyung padaku.
"Aku juga merasakannya," lirihku.
"Mengapa aneh sekali ya?" Jin hyung bertanya-tanya.
"Entahlah, mungkin kita hanya melebih-lebihkan karena Cheon Sa sering bersama kita dahulu. Mungkin wajahnya memang mirip, tap suaranya mungkin tidak. Sudahlah lupakan," ucap Tae Joon.
"Mmhh Tae Joon kali ini benar sepertinya," kata Ho Joon hyung menyetujui.
...
Author pov
Sa Rang menatap langit-langit kamarnya dengan gamang. Badannya terasa cukup pegal hari ini. Padahal ini baru hari pertamanya bekerja, bagaimana dengan selanjutnya.
"Sa Rang-ah, bagaimana dengan hari pertamamu bekerja?" tanya So Jung yang sedang menonton film horror sambil duduk di atas ranjangnya.
"Cukup melelahkan, ah kumohon jangan menonton film horror," jawab Sa Rang.
"Wae? Apa kau takut?" goda So Jung.
"Ani," elak Sa Rang.
Tak lama kemudian Yoo Ah menyusul So Jung dan tiba-tiba saja menghempaskan tubuhnya di samping Sa Rang.
"Apa member SEVEN STARS tetap tampan tanpa make up?" ujar Yoo Ah bersemangat.
"Aniya, mereka mirip p****t monyet," ucap Sa Rang.
"Yakkk!! Bagaimana bisa kau bicara seperti itu tentang oppa-ku?!" seru Yoo Ah marah.
"Terserah saja! Sana aku mau tidur!" ucap Sa Rang sambil mendorong-dorong badan mungil Yoo Ah.
"Aishh baiklah!"
...
"Sa Rang, tolong cepat rias wajah Ha Ru. Pemotretan akan dimulai setengah jam lagi," ucap Mi Gyeol.
Saat ini mereka sedang berada di studio pemotretan yang terletak di lantai 6 BigHit Entertainment.
"Ne," jawab Sa Rang. Ia lalu mendekati Ha Ru dan menyiapkan alat make up-nya.
"Mi Gyeol noona! Aku tidak mau dirias Sa Rang!" seru Ha Ru.
"Sudahlah jangan seperti itu Ha Ru! Sa Rang itu make up artist-mu," kata Mi Gyeol.
"Tapi dia amatiran! Aku maunya dirias oleh noona," elak Ha Ru.
"Aish baiklah!" ujar Mi Gyeol pasrah.
Sementara itu Jin dan Ho Joon yang melihatnya menggeleng-gelengkan kepala.
"Bagaimana cara membuat Ha Ru tak membenci Sa Rang?" tanya Ho Joon lirih.
"Mmmhhh ... sepertinya aku punya ide, tapi kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita harus ajak member SEVEN STARS yang lain," jawab Jin.
...
Ha Ru pov
Pemotretan telah selesai. Saat ini para crew dan make up artist tengah mengemas barang-barang serta wardrobe yang telah digunakan. Sedangkan aku duduk di atas kursi sambil memijat-mijat bahuku. Rasa lelah mulai menjalar ke otot-ototku. Kelelahan seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi kami. Aku juga telah mengganti bajuku yang semula berupa jas sekarang berganti dengan kaos dan jaket tebal berwarna biru, udara memang dingin sekarang ini. Bahkan rasa dinginnya akan menusuknkulit jika saja tidak ada penghangat ruangan.
Aku meraba-raba saku celanaku, mencari-cari hal penting berbentuk persegi panjang yang tak lain bernama ponsel. Walau sudah berkali-kali kuraba tetap saja aku tak dapat menemukannya.
"Hyung, apa kau melihat ponselku?" tanyaku pada Hyun Gi hyung.
"Aniya, wae?" tanyanya.
"Ponselku tak ada," jawabku.
"Ahh carilah kalau begitu. Cepat karena kita harus segera kembali ke dorm." ucap Hyun Gi hyung lalu meninggalkanku sendiri. Tsk! Hyung-ku yang satu itu selalu begitu. Ia tak pernah peduli dengan apa pun yang terjadi di sekitarnya.
Aku mencari-cari di lemari dan laci meja rias. Tak kutemukan ponselku dimanapun.
Tak lama kulihat Sa Rang masuk dan kemudian memasukkan alat make up-nya ke dalam kotak.
"Yak Cho Sa Rang, bantu aku mencari ponselku!" seruku.
Ia hanya menatapku sekilas lalu melanjutkan pekerjaannya. Cih! Aku heran mengapa eomma-ku mengurus gadis sedingin ini di panti asuhannya.
"Yakk!! Apa kau tak punya telinga uh?" tanyaku kesal.
"Maaf, tapi itu bukan bagian dari pekerjaanku," ucapnya santai lalu membawa kotak berisi make up untuk menuju ke luar. Ia memutar gagang pintu namun pintu tak kunjung terbuka.
'Klek Klek Klek!'
Pintu sama sekali tak mau terbuka walau Sa Rang mencobanya dengan cukup keras.
"Mengapa pintunya tak mau terbuka Jeon Ha Ru-ssi??"