Extra Part: He is the One

2305 Kata

"Ppa pap pa pa." Sashi terus mengoceh saat aku memakaikan minyak telon di perutnya. Ia tertawa melihatku, sesekali ku dekatkan wajahku padanya dan dia mengelus pipiku dengan tangannya. Karena gemas, kucium pipinya yang gembil. "Sashi mau ke mana si udah cantik?" Aku berusaha berkomunikasi dengannya, meski ku tahu dia belum bisa menjawab hanya tertawa kecil saja sebagai jawaban. "Sashi udah enggak sabar ya mau ketemu Omah sama Opah?" "Pap pa pa pa." "Sashi kangen ya sama Ayah? Bunda juga sama nih, sebentar lagi ayah kamu pulang, Sayang." Mendengar hal itu Sashi berjingkrak senang dalam posisi berbaringnya. Kakinya sampai menendang-mendang ke udara. Kucium lagi pipinya karena gemas, dia hanya menggeliat manja. Aku menoleh ke arah samping, Aru juga sudah siap. Dia tengah sibuk memasukk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN