Saya sudah membaca tulisan Nia di laptopnya. Saya tidak mengira dia masih ingat bagaimana dulu kami dipersatukan. Meski pada awal-awal cerita dia sempat menceritakan laki-laki lain dan menyukainya. Hal itu sukses membuat saya merasa sedikit cemburu, tapi toh saya yang sekarang jadi suaminya. Nia sedang tidur bersama putri bungsu kami. Saya juga diam-diam membacanya karena dia selalu melarang saya. Dia bilang malu kalau saya mengetahui perasaannya yang sebenarnya. Saya baru tahu panggilan dia ke saya sebelum kami menikah adalah Jo-setan. Menyebalkan. Memangnya ada setan setampan dan sekeren saya? Dan setelah menikah juga dia masih menyebalkan, menyimpan kontak saya di handphonenya dengan sebutan 'annoying husband'. Tapi tetap saja saya tidak bisa kesal kepadanya karena saya cinta. Nia ju

