Jarum jam sudah menunjukkan lewat tengah malam, namun aku masih terjaga. Sebisa mungkin aku berusaha memejamkan mata, tapi tetap tidak bisa. Bayangan makanan berputar di kepalaku. Itulah penyebab aku tidak bisa tidur. Sebelum aku memakannya. Aku melirik ke arah sampingku, Jo sudah terlelap. Aku tidak tega membangunkannya, karena dia baru bisa terpejam dua jam yang lalu. Namun rasa inginku semakin besar. Aku tidak bisa menahannya. Aku ingin sekarang, aku ingin memakannya sekarang juga. Aku hanya bisa menangis saat keinginanku tidak bisa tercapai. Aku bingung harus melakukan apa. Antara membangunkan Jo atau pergi sendiri, tapi aku terlalu takut jika tengah malam begini keluar rumah. "Hiks... Hiks..." Isakanku semakin terdengar kencang. Aku tidak bisa menghentikan tangisku. Agar Jo tida

