"Mbak, Dinda mau laundry." Dinda muncul dengan membawa kantung hitam yang cukup besar di tangannya. Aku segera menghampirinya dan mengambil alih kantung itu. Kasihan dia sudah hamil besar, kalau tidak salah kandungannya memasuki bulan ke sembilan. "Lho kok kamu sendiri sih Din yang ke sini? Biasanya Mas Izhar." "Iya Mbak, Abangda nggak sempat. Jadinya Dinda aja deh," ucapnya sambil menyeka keringatnya yang turun. Selama kehamilan ini Dinda mengeluh sering keringatan. "Masalahnya kamu udah hamil besar, Din. Mbak takut terjadi sesuatu sama kamu." "Sini Mbak, biar Ibu saja," ucap Bu Sati padaku. Dia yang mengambil alih pesanan Adinda. "Makasih Bu." Setelah mengucapkan itu, aku segera berjalan menghampiri Adinda dan mengambil kursi plastik agar ia bisa duduk. Dia pun duduk setelah me

