Wherever you are, death will find you, even in the looming tower. (QS. An-Nisa: 78) "Bagaimana Jo?" tanyaku saat Jo sudah memeriksa kondisi Adinda. "Bayi dalam kandungannya harus segera dikeluarkan, karena air ketubannya sudah pecah. Tapi untuk melahirkan normal Dinda tidak bisa karena kondisinya melemah. Dia kehilangan banyak darah." "Ya Allah... Tolong segera ambil jalan terbaik untuk Dinda dokter Jo," ucap Ummi. Jo mengangguk cepat. "Zhar cepat kamu bawa Dinda ke mobil. Saya mau menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu." Mas Izhar langsung menggendong Adinda, aku dan Ummi mengikutinya dari belakang. Saat sudah dibawa ke dalam mobil, Ummi duduk di bagian kepala Adinda sebagai bantalannya dan aku di bagian kakinya. Tidak lama kemudian Jo masuk ke dalam mobil, dia yang menyeti

