42. Memeluk Angin "Mbak Nia... Mbak Nia bangun, Mbak..." Kurasakan seseorang menggerak-gerakkan tubuhku. Aku mencoba untuk mengangkat kepalaku yang terasa berat dari meja kasir laundry yang semalam aku tempati. Mataku langsung tertuju pada Bu Sati yang berdiri di depanku. "Mbak Nia tidur di sini?" tanyanya dengan bingung. Aku mengucek mataku dengan tangan agar pandanganku menjadi jelas, kemudian mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Bu Sati. Beruntung Bu Sati termasuk orang yang tidak ingin ikut campur urusan orang lain, setelah pertanyaannya ku jawab, Bu Sati memilih untuk mempersiapkan laundry ini. Semalam aku memutuskan untuk pergi ke tempat ini karena tidak ada tempat yang bisa ku tuju. Aku ingin pergi ke rumah Paman Surya namun sudah terlalu malam. Ingin ke rumah Budhe Meil

