Rahasia Hatinya Jo

1949 Kata

Ternyata benar kata orang, kalau dewasa itu tidak memandang usia. Lihat saja, saat ini usianya sudah memasuki 31 tahun, namun seperti anak kecil yang terus merajuk pada ibunya. Aku jadi penasaran, kalau suster-suster atau penggemarnya yang lain melihat tingkahnya sekarang, apa masih menyukainya? "Ni..." rajuknya sambil memeluk pinggangku dari belakang. Bukannya aku tidak suka, hanya saja saat ini aku sedang memasak nasi goreng untuk kami berdua karena Pak Acep tidak sempat menyediakan sarapan, anaknya mendadak sakit. "Apa sih Jo?" "Akunya jangan dicuekin..." Aku hanya menggelengkan kepala tak mengerti dengan maunya. Ya jelas aku menyuekinya karena saat ini pikiranku fokus ke wajan. Dia malah menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku dan membuatku merasa geli. "Jo aku lagi masak, nant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN