"Apa, Mas?" tanyaku kaget. Ia memelukku erat hingga aku kesulitan untuk bernapas. "Bisa jelaskan, apa hubunganmu dengan, Mas Alan?" tanyanya. Deg. Aku tak sanggup menatap lelaki yang berada di depanku ini. Dengan wajah yang begitu garang sedari pulang di pesta pernikahan dokter Alan, Mas Hanan hanya diam, sepertinya ia marah padaku. Apa mungkin tadi Mas Hanan mengetahui percakapanku dengan dokter Tria? "Maksudnya apa?" aku menjawab pelan. Dia memandangku dan mulai tersenyum sinis. "Jujurlah ... aku tahu kau punya hubungan special dengan Kakakku Alan." "Tidak, Mas." "Aku butuh penjelasanmu." "Penjelasan apa?" "Khalisa." Pekiknya. Aku mencium bau menyengat dari mulutnya. Mungkinkah Mas Hanan minum? "Khalisa." Aku menuntunnya hingga ke ranjang. Kembali kuhela napas. Ak

