"Khalisa kok bisa sih sepintar itu dapatin hati Hanan?" Budhe Laras bertanya seraya menatapku setelah ia bersalaman dengan beberapa tamunya. Aku mengerutkan alis seakan-akan tengah menggali ingatanku akan sesuatu. "Nggak bukan begitu, Budhe," jawabku seraya mengedikkan bahu. "Bukan begitu bagaimana, bahkan Budhe sempat menjodohkan dirinya dengan anak teman sahabat Budhe nggak mau dia." Aku terdiam. Pertanyaan barusan sesungguhnya telah bercokol dalam kepalaku sejak resmi menjadi istri Mas Hanna. Dan, itu sangat membuatku tak nyaman. "Heran saja. Karena setahu Budhe. Hanan itu tak mudah jatuh cinta lo?" Budhe Laras terus tersenyum menggoda. Aku berdecak tanpa menanggapi ekspresi keingintahuanku. "Banyak yang suka dengannya Khalisa, tapi Hanan menolaknya." Aku berdecak kesal. "Oh

