Sepertinya Kasmaran

1290 Kata

"Non ini juz." Mbak Tun menyodorkan minuman juz padaku. "Apa ini?" "Juz alpukat. Katanya biar non nggak sakit setelah makan seblak." Aku menatap mbak Tun seraya menaikkan bahu. "Cieee ... yang di perhatikan. Mukanya jadi merah amat," goda Mbak Tun padaku. Diikuti gelak tawaku yang salah tingkah. "Apa sih mbak. Biasa saja deh," kilahku. Mukaku memerah mendengarnya. Hanya bisa tersenyum malu-malu. Sesekali ikut tertawa melihat ejekan mbak Tun. Ada kebahagiaan tersendiri melihat mendengar tingkah aneh suamiku yang akhir-akhir ini selalu memperhatikan aku. "Non." "Eh iya, aku dengar kok." "Tapi kok salting, mukanya kayak kepiting rebus." Astaga keterlaluan mbak Tun benar-benar membuatku malu. "Jadi, Den Hanan pesan jika non sampai rumah, aku harus segera mengabarinya." Pelan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN