Khalisa's pov "Ingat ya Khalisa jangan ganggu, Mas Alan lagi." "Aku tak tertarik dengan suamimu itu." Jelasku malas. "Khalisa." "Sudahlah dokter tak ada gunanya. Aku juga sudah menikah." Tekanku. Nyatanya semuanya akan berakhir dengan luka bukan. Aku egois, memang iya tapi aku tak mau terjebak dalam cerita konyol ini. "Khalisa suami yang kamu bangga-banggain apakah dia setia?" Deg. Aku berbalik dan berkata. "Dan aku tak peduli. Kalaupun dia selingkuh biar Allah yang membalasnya, tapi aku yakin Mas Hanan tak mungkin menghianati aku." Kini tak lagi ada lengkung senyum yang aku perlihatkan untuk dokter Tria saat ini aku lebih banyak diam. Malas untuk berdebat. Dia tersenyum mengejek. "Permisi." *** Aku hanya seperti wanita yang hidup namun tak terlihat seperti hidup, mungki

