Saat membuka mata, yang pertama kali kulihat adalah wajah Khalisa. Tanpa sadar aku tersenyum saat mengingat betapa bersemangatnya wanita itu kemarin menemani Muna. Setelah duduk, beberapa saat aku hanya memijat kening yang sedikit pening, lalu bergantian memijat tengkuk yang terasa pegal dan kaku. Ponselku bergetar, aku mengambil dan membaca sebuah chat dari Sashi. "Awas kau, Mas mempermainkan aku." Chat dari Sashi membuatku sedikit gelisah. Aku hanya melihatnya tak berniat untuk membalasnya. "Istrimu sangat cantik," kembali ada chat dari Sashi lagi. "Nggak apa-apa. Jangan pikirkan itu." Kataku mengetik kata balasan seketika. Lama tak ada balasan, aku masih terdiam beberapa menit menatap lagi ke arah Khalisa. "Aku takut jika akhirnya kamu jatuh cinta padanya?" Padahal saat ini

