"Saya Trima nikah dan kawin nya Prameswari dewanti binti wicaksono dengan mas kawin seperangkat alat sholat, 1set perhiasan berlian dan rumah seharga 1 miliar di bayar tunai" ucap Albert sekali hentak di depan penghulu dan para saksi dan kedua orang tua Prameswari dan juga Prameswari yang saat itu sedang melakukan video call dengan sang ayah.
"bagaimana saksi" tanya penghulu memecang keheningan di sekitar.
"sah..." jawab saksi serempak yang langsung di matikan video call sama Prameswari tanpa ingin tau kelanjutan nya.
Prameswari dewanti saat ini sedang menyeka keringatnya, perjalanan dari tempat nya bekerja di Cafe tidak terlalu jauh dari kampus tempat nya menimbah ilmu. Gadis semester akhir yang hanya tinggal menunggu wisuda mencoba untuk berteduh menunggu sahabatnya yang akan datang sebentar lagi di bawah pohon rindang di depan kampus. Nampak dari jauh seorang gadis menghampiri Prameswari dewanti berada.
Damayanti sahabat yang selalu menemani dalam suka dan duka bahkan kala wawa nama singkat pemberian Damayanti saat terpuruk dan terjatuh Damayanti selalu menemaninya hingga Damayanti meminta wawa untuk tinggal menempati rumah pemberian orang tuanya.
" sorry wa... Lama ya nunggu!". Tanya Damayanti dengan menyodorkan air mineral yang di bawa nya dari rumah ke kampus.
"enggak lah nyante aja, aku juga baru aja nyampe kok!, thanks ya!". jawab Prameswari tersenyum menggapai air mineral dari tangan Damayanti dan meminumnya.
" tumben ngampus kan tinggal nunggu wisuda aja?" tanya Damayanti heran karena mereka hanya tinggal menunggu wisuda.
" ada perlu yan, ada temuin dosen katanya suruh ambil berkas dan ada yang mau di tanyakan ke aku!" jawab Prameswari melihat chat dalam aplikasi hijau yang ditunggu.
* profesor ari - * selamat siang. Saudari Prameswari bisa menemui saya sekarang di ruangan saya. Saya tunggu!.
* profesor ari.
* Prameswari - * baik profesor ari saya akan keruangan bapak sekarang! * Prameswari Dewanti.
Prameswari Dewanti menunjukkan chatnya dengan profesor ari kepada Damayanti.
" ok, yo kita jalan. Aku tunggu kamu di depan ruang profesor ari ya...gak usah kuatir. Kalau ada apa apa teriak atau gedor pintu ntar aku langsung terobosan". Ucap Damayanti tersenyum penuh arti.
"gila kamu yan...dasar..... Emang orangnya mau ngapain di kampus. Mau di jitak?" jawab Prameswari terkekeh dengan ucapan Damayanti yang kadang suka rendom
Mereka pun bangun melangkah menelusuri lorong kampus menuju ruangan profesor ari. Ruangan yang nampak kosong membuat mereka berdua tidak harus berlama menunggu untuk mengetuk pintu. Damayanti duduk di bangku yang tersedia di depan ruangan profesor ari, Prameswari melangkah ke depan pintu mengetuk pintu.
****Tok... Tok... Tok... *****
Setelah ada perintah masuk prameswaripun masuk dalam ruangan profesor ari sedang Damayanti memberi kode menunggu di ruang tunggu.
" masuk Prameswari dan silakan duduk. Saya ingin menyerahkan berkas rekomendasi dari sebuah perusahan besar di sini. Jika kamu berminat silakan kamu buat cv mu, serahkan langsung dan temuin orang di kartu nama ini." profesor ari pun menyerahkan berkas dan file yang di berikan dari perusahaan besar Vin Group yang berpusat di Inggris dengan anak cabang berada di beberapa negara termasuk Indonesia.
" trimakasih profesor ari atas kesempatan yang di berikan kampus untuk memberi kesempatan kepada saya" jawab Prameswari. Mengambil berkas, file dan kartu nama yang diserahkan profesor ari kepadanya.
"oh ya... Ini kesempatan bagus untuk kamu Prameswari. Dan itu dari perusahan langsung yang di tujukan kepada kamu dan hanya kamu satu satu nya yang di beri kesempatan oleh mereka jadi saran saya kamu terima, itu kesempatan langkah yang belum tentu datang 2 x " lanjut profesor ari memberi penjelasan panjang lebar kepada Prameswari.
"iya, profesor. Trimakasih banyak atas kesempatan nya. Saya undur diri profesor ari" pamit Prameswari karena Prameswari tidak ingin berlama lama berhadapan dengan profesor ari yang menatap nya dengan tajam dan itu membuat Prameswari jengah.
Prameswari pun membuka pintu, keluar dari ruangan profesor ari, memberi kode Damayanti untuk ikut keluar dari ruang profesor ari
Prameswari dan Damayanti berjalan menyusuri lorong kampus untuk keluar kampus.
" kamu gak ada urusan di kampus yan" tanya Prameswari kepada Damayanti yang berada di sampingnya.
"urusan aku udah kelar semua tinggal wisuda aja, ntar wisuda orang tuamu hadir gak wa !" tanya Damayanti balik ke Prameswari.
" aku kurang tau, kalau ayah ingat sama aku. insyaallah ayah akan datang. Kamu tau sendiri ayahku takut sama ibu tiriku dan anak kandungnya! " jawab Prameswari lugas tanpa ada kebencian terhadap ayah nya, bagi Prameswari, di sekolahan sampai SMA oleh ayah nya wawa sudah bersyukur karena kuliah di sini adalah pilihan yang dipilih dengan beasiswa dan kerja part time yang di lakukan di Selah jam kuliah
hingga Prameswari dan Damayanti bisa menjalankan bisnis Cafe bersama dengan join modal dari hasil tabungan yang di kumpulkan Prameswari.
"udah gak usah sedih masih ada papa sama mama ku. Mereka akan wellcome untuk kamu,!" ucap Damayanti tersenyum kearah Prameswari lalu memeluknya erat.
"santai aja kamu kenal aku buka setahun dua tahun bahkan kita tinggal bersama bertahun tahun jadi kamu lebih tau gimana aku. Untung orangtuaku gak pernah tau aku punya usaha di sini kalau tau pasti kamu lebih ngerti adik tiriku kan" bisik Prameswari nelangsa membalas pelukan Damayanti.
" udah biarkan mereka bahagia dengan kehidupan mereka seperti kamu yang udah bahagia disini bersama aku dan keluargaku!" jawab Damayanti tersenyum menenangkan Prameswari yang sedih merasa sendirian. Tidak ada dari keluarganya yang peduli dan sayang padanya bahkan ayah nya sendiripun tidak pernah menghubungi nya selama Prameswari kuliah, bahkan untuk menanyakan kabar dan keadaan nya.
" oh ya,ngapain profesor ari menyuruh kamu datang keruangan beliau hari ini, Prameswari? ". Tanya Damayanti dengan kekepoan nya karena penasaran.
"oh itu profesor ari memberi berkas rekomendasi kerja dari perusahaan vin group, dan beberapa file yang harus di isi kalau aku ingin menerima tawaran kerja dari vin group kemudian mengantarkan kepihak perusahaan untuk menemui seseorang yang berada dalam kartu nama yang udah di serahkan ke aku". Jawab Prameswari panjang lebar sesuai keinginan profesor ari.
" vin group,...?????. Serius kamu dapat tawaran kerja dari sana!!!!!. Kita kan sering ikut seminar dari perusahan itu dan ceo nya ganteng kayak oppa korea padahal beliau keturunan Inggris, sayang orangnya dingin dan arogan?!" jawab Damayanti mengingat ceo dari vin group".
" ih serius kita pernah ikut seminar dari vin group, kapan kok aku gak ingat ya... Yan!! ". Tanya Prameswari berusaha mengingat semua seminar yang terlalu banyak seminar yang di ikuti.
" saat kita di semester 4,5,6 emang kita sering ikut seminar, banyak banget seminar yang kita ikuti juga tapi dari semua kita selalu aktif tapi 3x kalau gak salah kita ikut seminar dari vin group." jawab Damayanti memasang wajah serius mengingat semua dan jadwal seminar dari perusahaan ternama.
" karena banyaknya seminar sampe aku gak ingat dari mana aja...hadeh...." jawab Prameswari bingung.
" trus gimana, terima aja deh... kesempatan gak datang dua kali, ntar Cafe biar aku bantu tangani". Ucap Damayanti tersenyum memeluk sahabatnya.
" aku akan pikirin lagi deh..." jawab Prameswari membalas pelukan Damayanti. Merekapun melangkah menuju parkir.