BAB. 2

1114 Kata
Suasana Cafe yang mereka kelolah nampak sangat rame. suasana riuh, suara pengunjung bercampur lalu lalang para pemesan dan pelayan menambah suasana nampak padat. Prameswari dan Damayanti. Yang baru datang langsung berlari untuk membantu para pegawai mereka. Damayanti memegang kasir sedang kan Prameswari memegang barista. 2 jam kemudian suasana yang tadinya riuh mulai terkendali dengan berkurangnya para pengunjung cafe. Tadinya yang pengunjung di d******i anak anak sekolah sudah mulai lengang hanya tinggal pengunjung anak kuliah dan pengunjung lain yang berniat makan atau bersantai bersama teman atau keluarga bahkan sendiri. " wa, kantor dulu yo. Sekalian makan siang ni???" seru Damayanti sambil memberi kode kepada Prameswari. " biar anak anak dulu aja mumpung lagi sepi cafe suruh giliran karena pengunjung masih lumayan, ntar kita nyusul. Suruh ceff tio untuk siapin anak anak yang mau makan biar cepat dan suruh ceff tio makan juga. Barista aku yang jaga trus kasir kamu handel dulu ya!!! " ucap Prameswari ke Damayanti. Damayanti pun mengintruksikan kepada Tia, salah satu pegawai untuk mereka istirahat dan mulai makan dan sholat yang muslim. Tia pun mulai mengajak pegawai yang lain makan dan istirahat juga sholat sedang cafe yang sudah tidak begitu ramr di Handel Prameswari dan Damayanti. Mereka berdua bekerjasama selama 1 jam menghandel pengunjung. Para pegawai satu persatu mulai keluar dan siaga di posisi masing masing dan Tia yang tadi nya merangkap menjadi pelayan karena rame kembali ke tempat barista. " mbak wawa, biar Saya yang handel. Mbak wawa kembali ke kantor aja biar gantian makan dan sholat bareng mbak Dama. Kalian pasti lapar banget apalagi mbak wawa tadi pas ke kampus tergesa gesa pasti cape banget" ucap tia ke Prameswari. "iya mbak tia, saya ma yayan ke dalam dulu ya!!! Semangat kalau rame kayak gini kita bisa buka cabang mbak tia dan makin banyak gajian dan bonus kita" jawab Prameswari mulai mengambil tas dan hp lalu melangkah keluar dari barista menunju ke kantor yang di ikuti Damayanti di belakangnya. "kamu, pingin makan apa wa!, biar kupesan ma ceff tio suruh antar ke sini aja!. Aku tau kamu pasti cape banget, iya kan!!!" tanya Damayanti berdiri. "lalapan rebus sambal trasi sama ikan gurami bakar aja yan?!" jawab Prameswari membuka berkas dan file yang di berikan profesor ari. Setelah mendengar pesanan Prameswari, Damayanti pun melangkah keluar menuju dapur memesan makan minta di antar ke kantor. Dikantor Prameswari mulai mempelajari berkas juga file membaca dan mulai mengisi yang harus diisi. Bahkan Prameswari mulai membuat cv resume untuk lampiran pelengkap berkas, setelah dirasa cukup lengkap di jadikan satu dalam map lalui masukkan dalam tas. Beberapa saat ceff tio datang dengan pesanan Prameswari dan Damayanti. Merekapun makan berdua, mereka menilai resep yang akan menjadi menu andalan di Cafe mereka. Setelah selesai makan mereka telpon Tia untuk memesan kopi dan minuman andalan yang lagi banyak dipesan para pengunjung. " menu apa yang lagi booming di Cafe kita wa?" tanya Damayanti. " kalo makanan yang aku makan yan!" jawab Prameswari memberikan ikan di ujung sendok untuk di cicipi Damayanti. "enak ya!!! Kupikir biasa aja." jawab Damayanti " lo minuman sementara ini, apa yang banyak di sukai pengunjung!" tanya Damayanti lagi " kalau minuman yang pasti es cream untuk pengunjung remaja dan anak sma lo para pengunjung lain nya sementara ini coffe masih jadi pilihan terbaik cafe kita". Jawab wawa " wa ada menu baru yang kira nya bisa tambahkan di menu kita gak?" tanya Damayanti. " kita rolling aja biar pada gak bosen tapi untuk bahan ikan bakar harus tetap ready takutnya banyak permintaan gurami". Ungkap Prameswari. "iya itu juga harapanku. Oh ya... Aku ada requests menu dari bali ayam betutu sama ayam Taliwang., kamu bisa bikin ga?, ceff. Tio ." tanya Damayanti menatap ceff tio " tio belum tau resep itu mbak dama? Gimana resep nya ceff browsing dulu ni?" tanya ceff tio menggelengkan kepala " itu si gampang ntar aku yang kasih tau resep masakan, kebetulan dulu waktu SMA ada temen kasih dua resep dan udah pernah coba bahkan sering buat juga " jawab Prameswari tersenyum. " oh resep yang pernah mbak wawa kasih cicip saya waktu itu ya... Yang pedas sekali! " tanya ceff tio menggidikkan bahu. " bener banget ceff dan itu masih batas wajar biasanya asli nya sangat pedas. Untuk level kepedasan kita pake sesuai selera dan kita buat sambal aja ceff tio, biar pengunjung memberi sambal sesuai selera! ". Jawab Prameswari. "untuk sambal kita pake sambal apa mbak wawa?" tanya ceff tio lagi. " untuk sambal kita buat sambal mentah aja deh ceff!". Jawab Prameswari. "ok sebentar lagi kita coba buat dua menu itu ceff siapkan bumbu nya. Tong ceff siapkan kalau udah selesai panggil saya kita demo berdua ok!!" jawab Prameswari mengeringkan mata tanda siap kolaborasi memasak. Ceff tio pun undur diri, Prameswari dan Damayanti mulai menikmati makan siang berdua. Setelah makan siang, sholat dhuhur dan istirahat sejenak sesuai rencana Prameswari pun mulai kolaborasi di dapur dengan ceff tio. Hasil masakan ayam betutu dan ayam taliwang di plenting dan mulai di foto untuk di masukkan dalam menu Cafe. Damayanti sibuk memotret mencari gambar yang bagus dan dapat menarik minat pengunjung. Para karyawan yang berjumlah 7 dengan ceff tio berkumpul di meja pengunjung suasana lebih sepi dan tenang, mereka mencoba resep baru yang dibuat Prameswari dan ceff tio. Para karyawan cafe senang dengan rasa menu baru dan mereka merekomenkan untuk dijadikan menu baru yang akan mulai di masukkan mulai besok lusa karena ceff tio ingin lebih mempelajari bumbu agar sama rasa yang di buat Prameswari, karena ceff tio tidak percaya diri dengan rasa masakan yang di buat Prameswari sangat enak, empuk, gurih dan melekat rasa di lidah. Setelah acara mencicipi menu baru selesai ceff tio mencoba menu baru di dapur sendiri, sisa bumbu yang sengaja di sisihkan oleh Prameswari di simpan ceff tio untuk di jadikan bahan uji coba pembuatan menu baru yang akan dia coba nanti ketika Cafe tutup. Ceff tio tidak ingin mengecewakan Prameswari yang telah menolong nya selama ini. Ceff tio adalah seorang ceff hotel bintang 5 yang di pecat sepihak dan tidak di beri pesangon setelah di pecat. Mereka bertemu ketika Prameswari baru saja bertemu teman lama yang menginap di hotel tempat ceff tio bekerja, kebetulan Prameswari tidak sengaja bertemu ceff tio yang di fitnah mencuri bahan yang akan di masak sehingga terjadi masalah dengan salah satu pengunjung hotel. Prameswari yang dari toilet saat itu melihat ceff tio dan mengajak nya bekerja di Cafe yang saat itu baru di bangun nya dan ceff tio sangat senang. Bagi ceff tio dihargai sebagai seorang ceff sangat berharga apalagi setelah dituduh dengan keji oleh rekan nya sendiri. Dan sejak saat itu ceff tio berjanji memberikan yang terbaik untuk Cafe ceff bekerja dan akan membuatnya maju dan besar nama Cafe dia bekerja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN