Prameswari pagi ini berdiri di lobi VIN Group, dia melangkah menuju ke resepsionis.
" selamat pagi mbak, maaf saya ingin bertemu dengan pak Alex" tanya Prameswari dengan sopan
" ada kepentingan apa ya... Mbak, kalau boleh tau!" tanya resepsionis sopan.
" saya dari kampus xxxxx di suruh menemui pak Alex ada yang harus di serahkan ke beliau." warta Prameswari sedikit menjelaskan tujuan bertemu pak. Alex.
" tunggu sebentar ya... Mbak mohon duduk disana sebentar saya coba hubungi pak Alex. Apakah sudah datang atau belum? " jawab resepsionis sopan.
" baik, trimakasih banyak" jawab Prameswari sopan dan anggun yang hari ini memakai pakaian terusan rok panjang dengan atas diaplikasikan blazer dan sepatu high 7 cm cukup menunjang penampilan Prameswari pagi ini.
Setelah menunggu 5 menit kemudian resepsionis datang untuk naik ke lantai teratas lantai 10.
" mbak naik aja ke lantai 10 di sana hanya ada 2 ruangan yaitu milik ceo dan asisten nya pak Alex. Nanti mbak akan bertemu dengan sekretaris beliau dan bilang saja ingin menemui pak Alex. Kebetulan beliau sedang meeting dengan bos. Mbak tunggu saja" warta resepsionis atas nama yulia di atas meja.
Prameswari pun melangkah menuju lift menuju ke lantai 10.sesampai di lantai 10 Prameswari Di tabrakan seorang laki laki berparas bule tetapi kulitnya bersih seperti Cina, menggunakan semi jas, celana jeans dan rambut ala opa korea.
"maaf, pak saya tidak sengaja" inisiatif Prameswari meminta maaf lebih dulu sedang sang laki laki hanya menjawab dengan tatapan mengimintidasi lawan
"hmmm"
" gila dia yang salah gak minta maaf hanya jawab hmmm, syukur aku yang minta maaf duluan padahal dia yang salah. Gak ada sopan santun nya" gerutu Prameswari, sedang laki laki yang menabraknya hanya melirik sambil menyunggimgkan senyum mendengar gerutuan Prameswari.
Baru saja Prameswari akan melangkah dari lift nampak seorang gadis yang tiba tiba berbicara sedikit agak keras
"oh jadi ini alasan mu putus dari aku hah. Kamu tau bert aku gak terima, gadis jelek kayak gini nyingkirin aku. Secara aku lebih cantik an kenapa dia yang kamu pilih" marah sang gadis. Menunjuk Prameswari yang tertegun mendengar ucapan gadis itu
"diam kau Helena ini kantor bukan pasar atau moll harusnya kamu punya sopan santun dan keluar kamu!!!, dari pada aku panggil satpam!" balas laki laki yang di panggil Bert dingin menatap tajam mengancam perempuan yang bernama helena. Perempuan itu pun mendengus menatap tajam Prameswari penuh dendam dan sorot mata kebencian.
" awas saja kamu, aku akan balas kalian! " ancam Helena langsung berbalik masuk lift sedang Prameswari melangkah keriangan pak alex.
*** tok...tok...tok.... ***
Prameswari pun masuk setelah di persilakan masuk oleh alex
" ada yang bisa saya bantu!" tanya Alex.
" maaf pak, saya datang untuk melengkapi berkas dan beberapa file yang bapak titipkan kepada profesor ari dari Universitas xxx" jawab Prameswari menyerahkan map kepada Alex. Alex pun mengambil berkas dan memanggil sekretaris nya.
" kamu ikuti sekretaris saya, dan kamu ambil name tag di HRD dan kamu ikuti arahan dari sekretaris saya untuk 3 bulan kamu training di bawah pimpinan saya langsung. Selamat bergabung, semoga kamu betah berkerja disini.". Ucap alex memberi isyarat kepada sekretaris untuk mengantar Prameswari ke bagian HRD.
" kamu antar nona? " tanya alex kelihatan ke arah prameswari
" Prameswari dewanti pak" jawab Prameswari.
"kamu antar nona Prameswari ke bagian HRD lalu siapkan 1 meja lagi di samping kamu. Ajari semua yang harus dia lakukan sebagai seorang sekretaris" ucap alex kepada sekretarisnya.
" dan kamu juga akan saya arahkan tugas apa saja sebagai seorang asisten setelah dari HRD langsung temui saya lagi!, kalian berdua boleh keluar". Ucap alex mengintruksikan untuk ke HRD dan kembali ke ruangan alex lagi.
Prameswari dan sekretaris Alex pun keluar ruangan untuk menuju ke HRD. Sementara Alex melangkah keluar untuk masuk keuangan ceo, tanpa mengetuk pintu alex masuk dan duduk di sofa ruangan ceo.
"masuk gak ketok pintu, gak ucap salam bikin heboh aja. Ada apa kenapa tiba tiba datang" tanya Albert Dirgantara
"kamu udah tau kan kalau dia datang, pujaan hatimu!" jawab alex antusias.
"ckk, jangan asal kamu pujaan hatiku, dia hanya calon pegawai" jawab Albert santai.
" jangan munafik kamu bert kamu lama putus dan gak pernah mau punya hubungan apapun selama 2 tahun karena dia kan?" Berondong Alex.
" dia berbeda, aku udah dapat informasi dari orang kepercayaan ku dan aku sudah meminangnya pada ayahnya 2 tahun yang lalu tanpa sepengetahuan putrinya. Dia calon istriku" jawab Albert santai.
"tapi kamu tekan dan ancam ayahnya." blas Alex.
" karena ayah nya bodoh tidak tau jika ibu tiri ya akn menjual ank gadisnya pada g***o!" jawab Albert geram.
" kenapa kamu begitu mencintainya?" tanya alex
" dia gadis kecilku, dia yang menolongmu dari pembunuhan yang sudah di rencanakan pamanku, kamu ingatkan!!! " jawab Albert.
" jadi dia gadis kecil itu! " tanya Alex.
" iya dia gadis kecil itu yang menolongku kalah masih berduka ditinggal mamanya" jawab Albert menerawang mengingat kalah penuh luka setelah mobil masuk ke jurang dan di pinggir jurang ada gadis kecil sedang menangis sedih. Gadis kecil itu menarik membantu nya untuk naik dan membawa ke rumah kosong untuk mengobati lukanya dan menelpon rumah sakit dan menelpon Alex yang kalah itu sedang berada di sekitar kejadian mencari Albert.
Seandainya tidak ada Prameswari kecil mungkin nyawa Albert tidak akan tertolong dengan luka parah dan banyak kehabisan darah. Bahkan rumah sakit banyak membutuhkan darah o untuk Albert, gadis kecil Prameswari juga menyumbangkan darahnya untuk membantu menyelamatkan ALBERT kalah itu.
"trus bagaimana ayah nya saat 2 tahun lalu kamu meminangnya dan menikahi gadisitu tanda sepengetahuan nya. Bagaimana ayah nya?" tanya Alex.
"ayahnya tidak bisa berbuat apa apa. Dan ibu tirinya tidak bisa menjual gadis kecil itu lagi.ini bukti surat nikah dan foto ijab qobul aku dan ayahnya sedang saat itu putrinya mendengarkan via video call, aku juga punya video acara sakral itu.!" jawab Albert santai.
"kenapa kamu tidak bicara langsung kalau kamu suaminya! rasanya sungguh tidak tega jika kamu sembunyikan terus kebenarannya" tanya Alex.
Suatu saat aku pasti, aku hanya ingin kami pacaran versi halal, dan dia merasa aku pantas untuk dia". Jawab Albert
"ok. Aku akan kembali keruangan sebentar lagi mereka akn kembali ke ruangan ku!" pamit Alex.
"trimakasih banyak untuk bantuan mu selama ini Lex" jawab Albert.
"jangan lupa bonusku ha...ha..ha!!!!" jawab Alex. yang bangun dan melangkah keruangan nya disertai tawa meledek ke sahabat dan juga bosnya.
Albert hanya tersenyum menghadapi candaan sahabatnya yang selalu mendampinginya hingga mereka sampai berada di titik masa keemasan mereka di usia yang tidak mudah lagi 34 membuat mereka semakin matang dalam melangkah.
Alex yang telah menikah dengan sahabat mereka dan memiliki seorang putra memiliki kehidupan yang damai sedang Albert yang juga telah di ketahui menikah 2 tahun yang lalu namun terpisah dengan sang istri karena keadaan. Mereka saling mendukung satu sama lain dan Alex selalu mengikuti kemanapun sahabatnya berada.