BAB. 4

867 Kata
" aku nitip Cafe dulu selama aku training gak papa kan yan?" tanya Prameswari kala pagi saat mereka akan berangkat. Damayanti ke Cafe mereka sedang Prameswari menjalani magang 3 bulan. "gak papa kamu gak usah pikirin cafe kita aman kok!!".Jawab Damayanti pandangan tetap fokus kedepan karena jalanan lumayan padat dan takut terlambat mengantarkan Prameswari untuk magang. "wa, kamu bawa bekal berat berat gak pa pa ya.!!!" tanya Damayanti "aman kok!, aku seneng aja lo bawa bekal berasa tetap punya keluarga gak berasa sendiri" jawab Prameswari "kita udah mau wisuda lo wa ga minat cari suami video call kamu ga!". Tanya Damayanti hati hati. Mendengar pertanyaan Damayanti, Prameswari tawa nya meledak. "aku serius kok" lanjutnya bertanya. " biarin aja, kalau ngerasa dia punya istri pasti di cari kok!!!" jawab Prameswari singkat. "trus alamat mahar rumah kamu dimana?" tanya Damayanti hati hati. " belum kulihat sih, masih kusimpan dalam koper kecil disana tersimpan semua barang penting dari nya" jawab Prameswari. " Tapi aman kan" tanya Damayanti masih dengan pandangan ke depan " aman karena bukan aku yang simpan tapi bank yang simpan dia yang naruh di sana, aku hanya sempat kesana untuk cek aja!" jawab Prameswari merekapun terus bercengkerama Sesampai di vin group Prameswari pun turun di lobi setelah pamit Damayanti. Prameswari pun melangkah menuju lift untuk naik ke lantai 10 di sepanjang jalan menuju lift banyak yang memperhatikan nya. Baju kantoran dengan celana panjang kain dan blazer nampak sederhana membuat mereka merasa Prameswari bukan seorang yang memiliki selera tinggi tapi Prameswari hanya diem tetap melangkah dengan percaya diri. Di lantai 10 Prameswari di sambut sekretaris alex dan mulai mengajari nya semua yang harus di kerjakan dan wajib di ketahui. Jam makan siang Prameswari diajak istirahat di kantin kantor sama Rena sekretaris Alex. "kita makan di kantin ga papa dik meswari?" tanya Rena melihat wawa. "ga papa mbak Rena kita ke kantin aja, mushola dekat sana gk mbak?" tanya wawa mengeluarkan mukena dari dalam tasnya. Lalu mengunci lokernya lagi. "ada sebelah kantin, ntar kita bisa samaan aku antar biar gak kesasar!" jawab Rena tersenyum lalu berdiri dan melangkah menuju ke lift di ikuti Prameswari di belakang Rena. Mereka jalan beriringan menuju kantin yang di ikuti pandangan pagawai dari divisi lain. Bagi perempuan mereka menilai penampilan pegawai baru di perusahaan mereka untuk menilai apakah patut menjadi saingan dalam memperebutkan hati sang ceo yang dingin dan arogan tetapi dengan semua kelebihan yang tak kalah menggetarkan jiwa para hawa. Sedang bagi kaum adam lajang, mereka berusaha mencuri perhatian Prameswari yang cantik, anggun dan sederhana. Prameswari dan Rena terus berjalan mencari meja kosong dekat pintu keluar yang bersebelahan dengan mushola. Mereka berdua duduk berhadapan, Rena memanggil pelayan dan memesan makan siang. "gimana hari pertama kerja disini!" tanya Rena. " baik mbak Rena, banyak yang masih harus saya pelajari mbak. Tapi aku berusaha kok mbak supaya cepat dalam proses belajar". Jawab Prameswari bijak. Rena pun tersenyum melihat semangat Prameswari dalam belajar. "kamu tau gak lo bakal jadi sekretaris bos besar".tanya Rena. "hah... maksudnya gimana mbak Rena" tanya Prameswari bingung. " oh, belum di kasih tau ya... Oh ga papa lupain aja". Jawab Rena takut. "oh, iya mbak. Mbak Rena seneng nongkrong di Cafe gak mbak. Kalo suka aku mau rekomendasikan Cafe enak di sekitar sini mbak tempat nya okey kok, nyaman dan ramah pelayan nya" promosi Prameswari tentang Cafe nya dan Damayanti. "apa nama Cafe nya? Aku sering nongkrong di Dames Cafe, Cafe nya asik banyak spot foto Dan suasana yang nyaman dan makanan nya yang enak gak kalau hotel bintang 5 tapi harga sesuai kaum kita" cerita Rena tentang Cafe yang sedang naik daun. "itu maksudku mbak dames Cafe. Dames Cafe" jawab Prameswari semangat karena dia gak nyangka kalau Cafe yang di dirikan bersama Damayanti banyak di kenal tidak hanya anak sma, kuliah bahkan orang kantoran pun banyak mengenal Cafe nya. " mbak Rena udah selesai makan belum?, aku udah mbak Rena mau sholat ni!" tanya prameswari "aku juga udah, yuk kita sholat barengan" jawab Rena berdiri di ikuti Prameswari di belakang Rena Dan mereka keluar kantin menuju mushola di samping kantin. Di dalam musholah setelah wudhu Prameswari dan rena pun mulai menghadap sang khaliq. Setelah selesai mereka jalan beriringan menuju ke ruangan mereka di lantai atas. Dari jauh ada sepasang mata memperhatikan setiap pergerakan Prameswari sambil tersenyum penuh cinta. Saat menunggu di lift ada 2 manager keuangan dan pemasaran menyapa rena dan Prameswari. "ren, ada pegawai baru ya... Kok gak di kenalin sama kita!" sapa pak hendra manager keuangan disambut senyum rena, Niko manager pemasaran Dan Prameswari sebagai kesopanan. "iya pak, ini Prameswari bawahan bos besar langsung pak hendra. Pak niko" jawab rena. "oh ya kenalan Prameswari ini yang tinggi kurus pak hendra manager keuangan dan ini yang agak berisi pak niko manager pemasaran" lanjut rena "Salam kenal pak hendra pak niko, saya Prameswari" jawab Prameswari sambil menangkupkan tangan sebagai pengganti jabat tangan. Prameswari menyadari kalau dia seorang istri walaupun belum bertemu suami dan tinggal bersamanya dan sebagai seorang istri dia harus menjaga diri dan marwahnya. Lalu merekapun melanjutkan naik ke lift sambil berbincang tetapi di lantai 8 pak hendra, dan pak niko keluar duluan baru di lantai 10 rena dan Prameswari keluar melangkah masuk ruangan duduk di meja mereka asing masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN