Nekat Kabur Dari Rumah

1734 Kata

Masih Flash back. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana kampung itu sudah sangat sepi karena pada masa ini memang tidak smeua rumah memiliki penerangan dari listrik. Selain harga masuknya yang mahal, tidak semua warga yang merasa membutuhkan jaringan listrik. Diam-diam, Santi mendengar suara ketukan dari luar jendela kamarnya. Pelan-pelan, gadis itu membuka jendela kamar dan betapa bahagianya ia ketika mendapati Herman sudah berdiri di sana seraya menyandang sebuah tas ransel. “Ayo, turun,” bisik Herman. Dengan sangat hati-hati, Santi pun turun dari jendela. Di punggungnya juga sudah tersandang sebuah tas ransel berisi beberapa pakaian yang ia miliki. “Kamu yakin mau lari sama aku?” bisik Herman setelah Santi keluar dari jendela dengan sempurna. Santi mengangguk. Perla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN