Masih Flash back. Semakin hari hubungan Santi dan Herman semakin menggila. Sudah banyak isu dari para tetangga dan kerabat yang melaporkan tingkah Santi dan Herman kepada ke dua orang tua masing-masing. Akibat geram dengan semua laporan itu, ayah Santi pun berbicara serius dengan Santi sore ini sebelum azan maghrib berkumandang. “Santi, duduk!” tegas ayah Santi di ruang tengah rumah mereka. Rumah itu memang belum memiliki kursi tamu hingga mereka semua pun duduk lesehan di atas tikar karpet. Santi sudah menduga semua ini akan terjadi. Tinggal menunggu bom waktu saja kapan saat itu akan tiba dan bomnya akan meledak. Jadi ia tidak terlalu kaget dengan panggilan itu bahkan ini bukan pertama kalinya gadis itu dipanggil oleh sang ayah dan di tatar sedemikian rupa. “Santi, papa sudah lelah m

