Untuk pertama kalinya, Santi menyerahkan segenap jiwa dan raganya pada pria desa yang begitu ia cintai. Pria putus sekolah yang sudah berhasil mencuri seluruh perhatian Santi. Bahkan gadis itu rela memberikan kesuciannya di tengah hutan belantara untuk pria yang ia yakini akan dapat mengayomi hidupnya kelak. Herman tersenyum puas. Tubuh cantik itu sudah berhasil ia rengkuh. Bahkan darah perawan Santi, masih membekas di lantai kayu rumah pohon tempat mereka baru saja selesai b******a. Santi terduduk, mengambil seragam sekolahnya dan dengan cepat mengenakan pakaian bagia atasnya. Netranya berkaca-kaca menatap sisa-sisa surga yang baru saja ia lakukan bersama kekasihnya, pria kampung yang dengan mudah berhasil membuat Santi menyerahkan segalanya kepadanya. “Kak, apa yang sudah kita lakukan

