Hari ke tiga Santi tinggal di Tembilahan, ia mengajak Sicilia berjalan-jalan mengelilingi daerah itu menggunakan sepeda baru yang baru saja dibelikan oleh ayah mereka. Santi tidak sendiri, ada dua teman wanitanya yang lain yang ikut bersamanya. Mereka menggunakan sepeda masing-masing seraya menikmati sore yang indah di perkampungan itu. Tiba-tiba saja, sebuah bel menghentikan laju sepeda ke tiga anak gadis dan seorang bocah lima tahun itu. Ada empat orang pemuda yang juga menggunakan sepeda datang menghadang mereka. Suasana jalanan lumayan sepi kala itu. “Mau apa kalian?” ketus salah seorang teman Santi. Ia tentu mengenal siapa ke empat pemuda kampung yang memang sering mengganggu para gadis di sana. “Mau apa lagi kalau tidak berkenalan dengan gadis manis asal kota ini? Cantik-cantik s

