Sandi yang sudah selesai mengganti pakaian segera berjalan menuju meja makan, mendapati Sicilia sudah menunggunya di sana dengan dua gelas besar jus mangga. “Wow, ternyata sudah jadi saja. Terima kasih ya, Sayang ....” Sandi mengambil salah satu gelas, lalu membawanya ke teras belakang. “Bang, bisa kita bicara sebentar?” tanya Sicilia. Sandi yang baru saja sampai di pintu, kembali membalik tubuhnya dan membalik langkah dan duduk di kursi makan yang terdapat di hadapan Sicilia. “Ada apa, Ci?” tanya sandi seraya menatap curiga istrinya itu. “Adi, Bang.” “Ada apa lagi dengan anak itu?” Sandi terlihat malas membahas masalah anak-anak mendiang Santi karena ketika ibunya sudah pergi, tetap saja merepotkan keluarganya. “Adi tadi ke sini.” “Iya, lalu apa lagi yang dikatakan anak itu, Ci? M

