Suasana duka tengah menyelimuti kediaman santi dan Herman. Penderitaan Santi di mata dunia kini telah usai. Semua berharap Tuhan mengampuni segala dosa dan kesalahan Santi. Herman sepertinya masih belum ikhlas atas kepergian Santi. Ia masih terhenyak seraya menyandarkan punggungnya ke dinding seraya terisak. Begitulah drama dunia. Ketika seseorang itu sudah tiada, maka baru terasa kesedihan, rasa kehilangan, rasa penyesalan dan menginginkan waktu itu kembali beputar ke masa silam. Namun ketika nyawa itu masih ada, ia disia-siakan. Ia malah disakiti secara diam-diam seperti yang selama ini Herman lakukan kepada Santi. Selingkuh, mengguna-gunai istri dan banyak lagi yang sudah Herman lakukan terhadap diri Santi baik yang santi tahu atau yang wanita itu tidak tahu. Waktu menunjukkan pukul

