Masih Flash back. Sebuah bus lewat di depan rumah Heru. Heru dengan senter besarnya memberi kode dan menyetop mobil bus itu. Mobil bus berhenti tepat di depan Heru dan seorang kenek turun dari bus. “Ke Pekanbaru, Bang?” tanya Heru pada kenek bus. “Iya,” jawab sang kenek. “Masih ada bangku untuk dua orang, Bang?” tanya Heru lagi. “Masih, siapa yang akan pergi?” “Teman saya, sebentar saya pangilkan.” Heru kembali masuk ke dalam rumah dan memanggil Santi dan juga Herman. “Busnya sudah datang. Kata sang kenek masih ada bangku kosong untuk dua orang.” “Terima kasih, Ru. Entah bagaimana caraku membalas kebaikan hati kamu.” Herman menepuk pelan lengan sahabatnya. “Suatu saat nanti aku juga pasti membutuhkan pertolongan kamu, Herman.” Herman mengangguk, “Jangan sungkan jika nanti kamu b

