Bab 11. Sarapan Bareng

1065 Kata

Suasana taman yang menghubungkan apartemen dengan supermarket yang biasanya tenang mendadak terasa menyesakkan bagi Alina. Bagaimana tidak, Hana tiba-tiba menyapanya, lebih tepatnya bertanya dengan tatapan penuh selidik dan nada sinis. Alina sebenarnya tidak mau peduli dan lebih memilih melanjutkan langkahnya sesuai tujuan awal, yaitu ke supermarket. "Oh, ternyata benar dugaanku. Kau memang sengaja sering datang ke sini untuk mencari perhatian Arsha," suara itu membuat Alina menghentikan langkahnya. Ia menoleh dan menemukan Hana berdiri dengan kedua tangan terlipat di d**a. Wajah wanita itu dipenuhi amarah, seolah ingin menelannya hidup-hidup. Alina menghela napas dalam. Kenapa harus bertemu wanita ini sekarang? "Saya tidak ada urusan dengan Anda," jawab Alina datar, melanjutkan lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN