Alice POV Siapa dia? Kenapa aku merasa tidak asing melihatnya. Dan hatiku menghangat ketika dalam pelukannya. Juga, kenapa golongan darahnya bisa sama dengan suamiku? Padahal golongan darah itu sangat langka. Aku merasa sangat bersalah dengan Chaca. Selama ini aku selalu menelantarkannya. Bahkan sejak bayi menyerahkan semua tugas seorang ibu hanya kepada pembantu. "Maafin Mommy, Cha," gumamku dalam hati. Aku menegakkan duduk, mengatur napas dan memejamkan mataku. Berharap bisa mengontrol emosiku. Tapi aku terus dihantui Chaca. Aku menyesal terlalu mementingkan ego dan perusahaanku. "Tolong jangan tinggalin Mommy sendiri Cha, Dad," lirihku memeluk tubuhku sendiri. Aku semakin terisak, apalagi kehadiran Ibu Hanin yang begitu menyayangi Chaca membuatku semakin merasa bersalah. Dia yang

