"Gandhi," panggil Bunda di ambang pintu rawat inap Chaca. Aku telah selesai berganti pakaian. Aku menoleh, kedua mataku masih memerah. Gerahamku masih mengetat, aku masih tidak bisa terima semua ini. "Mamamu ... ah maksudku Tante Alice pergi ke ruangan suaminya. Tunggulah Chaca di dalam. Takutnya ketika sadar nanti, kamu orang yang dicari," ucap Bunda pelan menepuk bahuku. Aku menghembuskan napas panjang. Bagaimana aku akan menjelaskan pada Chaca. Langkah ini sungguh berat, aku seret kakiku untuk masuk. Aku mendudukkan diri pada kursi tunggu dekat ranjang. Kuraih jemarinya yang dingin dan tertancap selang infus di tangannya. Kedua bola matanya masih betah terpejam. Aku merebahkan wajahku tepat di pipinya, mendekat pada telinga, "Sayang, bangun! Aku sangat merindukanmu. Aku ingin kita

