Detective Dadakan

1122 Kata

"Ndra," panggilku mengetuk-ngetuk setir mobil dengan jemariku. Pandanganku lurus ke depan. Aku memundurkan mobilku agar tidak mencolok di depan rumahnya. "Hem?" gumam Andra. "Banyak sekali pertanyaan di benakku. Katanya Direktur? Kenapa rumahnya sesederhana ini? Terus jam segini kenapa tidur enggak ngantor? Lagi, kata emaknya kerjanya kalau malam. Kerja apaan Ndra? Terakhir, kenapa dia bisa punya mobil sebagus itu?" curhatku menuangkan semua pertanyaan itu. Semua keadaan ini membuatku bingung. "Emaknya aja kagak tau Gan, apalagi aku? Kenal aja enggak," sahut Andra memandang arah yang sama denganku. "Kita pulang aja dulu, nanti sore kembali ke sini. Kita buntutin dia," ujarku memberi solusi. "Malemnya tahlilan lah Gan. Nggak enak kalau aku nggak ikutan. Eh Ayu gimana?" ujarnya membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN