Karena masalah ini bermula dari Bu Pinah, maka perempuan itu segera dipanggil untuk dilibatkan dalam musyawarah. Sambil menunggu kedatangannya, Haji Bakir menyuruh Ida mengobati luka Slamet. Sebagai seorang perawat, Ida tahu apa yang harus dilakukan. Ia memeriksa luka di pelipis Slamet. Luka itu tidak terlalu lebar dan dalam, sehingga tak perlu merujuknya ke puskesmas. “Ini akan sedikit perih, Ustaz.” Dengan hati-hati Ida menyeka luka di pelipis Slamet menggunakan kapas yang sudah dibasahi bethadyn. Slamet meringis, menahan perih. “Lukanya tidak terlalu dalam, sepertinya batu itu tidak menghujam, hanya menggores.” Ida terus menyeka pelipis Slamet dengan hati-hati. “Kamu berbakat jadi detektif!” Slamet berseloroh untuk mengalihkan rasa perih. “Ustaz Ghaissan ada-ada saja.” Ida t

