Pak Tejo batuk-batuk untuk mendapatkan perhatian, "Ehem, maaf Bu, aku tidak suka bertele-tele, jadi kita fokus pada masalah." "Gini aja, kita dengarkan ucapan Wulan dulu, biar kami semua tahu apa yang Wulan inginkan," sahut Bu Tejo. Semua terdiam, lalu Wulan menarik nafas dalam-dalam, ia terlihat begitu tertekan dengan sikap ibunya. Wulan mengubah posisi duduknya dan mulai memberanikan diri untuk bicara. "Mohon maaf, yang ada di pikiranku hanya bagaimana caranya kita bisa bantu Windarti dan solusinya aku harus menikah dengan Mas Damar lalu berpura-pura langsung hamil setelah menikah dengan Mas Damar, begitu kan?" "Betul, Nak! Kalau kamu mau menolong Windarti, kamu harus mengakui anak Windarti sebagai anakmu?" kata Bu Tejo. "Asal Wulan mendapatkan tujuh puluh persen harta keluarga i

