Damar matanya berkaca-kaca melihat Ibunya menangis tersedu-sedu, jari-jari tangannya mengepal kuat tanda ia sedang menahan amarahnya. "Pramono, dasar kurang ajar! Gara-gara kamu kabur dari tanggung jawab, sekarang keluargaku jadi menderita. Tunggu sampai aku menemukan dirimu, dasar kurang ajar! Aku akan membuat hidupmu menderita!" geram Damar. Sementara itu Pak Tejo duduk lemas di kursi ruang tamunya dengan memegang dadanya yang terasa sesak, "Ya Allah, cobaan apa ini? Ya Allah, tolong beri kami jalan keluar untuk masalah ini," lirih Pak Tejo berdoa pada Tuhan yang maha kuasa. "Aku akan cari Pramono sampai ketemu, dia harus bertanggung jawab!" kata Damar tegas sambil berkacak pinggang. Damar lalu melangkahkan kakinya, tapi baru beberapa langkah saja dari tempatnya, tiba-tiba Wulan b

