"Kami akan bayar berapapun, pokok jenengan tutup mulut dan izinkan Wulan menikah dengan Damar." Bu Gatot memandang tajam Pak Tejo yang barusan bicara, "Sungguh?" "Iya, Bu!" tegas Pak Tejo. "Mohon maaf, Ibu, Bapak, saya mohon maaf atas ucapan Ibu saya yang minta uang tutup mulut," kata Wulan sambil membungkuk hormat. Kedua orang tua Damar tertawa ringan, mereka nampak bahagia tanpa beban, wajahnya sumringah, padahal tadi saat Wulan baru datang, wajah mereka bermuram durja. "Gak apa-apa, Nduk! Santai saja, lagi pula kita akan segera menjadi satu keluarga." "Inggih, Pak. Terima kasih Bapak sekeluarga sudah mengerti keadaan kami," kata Wulan sambil membungkukkan badan sebagai tanda rasa hormatnya pada kedua orang tua Damar. Bu Gatot mencubit Wulan dan berbisik ke telinga Wulan, "Nduk,

