'Aku jatuh cinta pada Mas Damar, aku tak ingin kehilangan dia,' batin Wulan sambil memegang erat tangan Damar. Melihat sikap Wulan yang manja menggoda, Damar tersenyum dan membalas genggaman tangan Wulan. "I love you." Tiba-tiba saja Damar mengucapkan kata-kata mesra, tatapan matanya penuh cinta dan ucapan yang lemah lembut membuat Wulan tersipu malu, pipinya merona merah muda. "Aiish, dasar perayu, kamu memang handal dalam merayu, Mas!" ucap Wulan sambil berdiri dan membelai rambut Damar. "Mau ke mana?" tanya Damar sambil memegang tangan Wulan. "Mau ke dapur siapkan makan, aku lapar. Em, Mas Damar lapar juga, kan?" "Iya, aku lapar juga. Yuk, kita makan, Dik!" "Ayuk ...!" jawab Wulan sambil menggandeng tangan Damar. Saat berjalan ke dapur, mereka berpapasan dengan Gunawan adik Wul

