Perjalanan menuju Surabaya terasa sangat berat bagi Damar, setelah Gendhis bersikap diam tanpa kata. Damar sepertinya mulai menyukai ocehan Gendhis yang manja. 'Sebenarnya, apa yang terjadi padaku? Saat Wulan di rumah cerewet, aku sebel dan kesal, tapi saat mendengar ocehan Gendhis yang manja menggoda, aku malah suka. Aku berasa hidup," batin Damar. Damar sering melirik ke arah Gendhis, kadang juga mereka saling pandang dan tersenyum. Doni semakin tidak enak hati, walau belum terlalu mengenal istri Damar, tapi Doni adalah termasuk pria yang tidak akan mengkhianati kepercayaan istrinya. "Eheem! Damar, bagaimana kabar istrimu? Dengar-dengar ia baru melahirkan, anakmu cewek apa cowok?" Doni membuka pembicaraan, ia ingin Damar sadar bila dirinya telah berumah tangga, tapi setelah mendengar

