Rasa yang Salah

1228 Kata

Mobil Damar melaju di jalan raya kota Solo, walau sempat terjebak macet, tapi syukurlah hanya sebentar saja. Gendhis wajahnya sumringah dengan senyuman manis menghiasi bibirnya yang merah. Hatinya berbunga-bunga saat berada dekat Damar. "Mas, masih jauh rumah temanmu?" "Tidak, bentar lagi kita sampai. Kenapa?" "Gak apa-apa, soalnya dari tadi mobil ini muter-muter aja di perumahan ini." "Jalan yang menuju ke rumah temanku di tutup, jadi sekarang aku bingung jalan mana yang bisa tembus ke rumah dia." "Kenapa tidak tanya orang? Atau telepon ke teman kamu itu, tanyakan apa ada jalan alternatif yang lain?" "Iya juga, ya? Kenapa aku berubah jadi linglung kayak gini?" Gendhis tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Damar yang menggemaskan, sedangkan Damar setelah mendengar tawa Gend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN