Damar masih belum mengerti kenapa dirinya, akhirnya menuruti keinginan Pak Subroto untuk menunggu Gendhis sampai kembali ke tempat itu. "Aish, apa yang aku lakukan? Kenapa aku menurut begitu saja?" gumam Damar. Tidak begitu lama ada Abang ojol berhenti tepat di depan mereka berdiri di pinggir jalan raya itu. Dari atas sepeda motor turun seorang gadis cantik dengan rambut di ikat memakai sebuah jepit rambut indah berwarna silver. Gadis cantik itu membayar Abang ojek lalu dengan langkah kaki yang riang gembira berjalan menuju Damar yang sedang berdiri mematung menatap dirinya. "Hei ..." sapanya. "Hei juga," jawab Damar sambil tersenyum ramah. "Apa kabar, Mas?" "Baik. Bagaimana denganmu?" "Aku, alhamdulillah baik." "Eheem!" deheman Pak Subroto membuat mereka spontan menoleh ke arahn

