Damar pergi dari rumah dengan di antar Wulan dari teras rumahnya, wanita cantik dengan rambut panjang terurai sepundak itu tersenyum kecut. Pandangan matanya terlihat sendu saat mobil hitam Fortuner milik Damar melaju meninggalkan rumah. "Mas Damar, aku berharap kamu akan baik-baik saja tinggal jauh dari aku," lirih Wulan berbisik. Kedua orang tua Damar yang juga ikut mengantarkan, mereka mendekati Wulan dan mengapit Wulan di antara mereka. "Wulan jangan bersedih, Damar pergi bekerja, jadi jangan berpikiran macam-macam. Ingat kamu lagi hamil, jadi harus jaga pikiran serta tubuh kamu agar sehat selalu." "Baik, Bu." "Tetap semangat, ayo masuk ke dalam!" ajak Pak Tejo. Sebelum Wulan berbalik pergi meninggalkan teras rumah, Wulan menengok ke belakang sekali lagi, ia berharap mobil Damar

