Menyisir rambut sebahunya, Ayun melirik Eros yang tengah serius mengotak-atik ponsel miliknya. Ponsel pemberian dari Eros sewaktu ia pergi ke Jakarta dulu. Ayun tidak memiliki pikiran buruk sama sekali. Karena ia merasa tidak menyembunyikan apapun di ponsel itu. Semua chat yang masuk bahkan tidak ada yang ia hapus sama sekali. Karena ia memang jarang mengotak-atik, kecuali ada yang menghubungi dan tentu saja fungsi utama ponsel itu baginya adalah untuk berkomunikasi dengan Eros. "Siapa Gandhi?" tanya Eros begitu Ayun duduk di sampingnya. "Teman kerja," jawab Ayun jujur dengan polosnya. "Kalian dekat di tempat kerja?" Ayun menoleh, mulai merasakan aura yang berbeda di wajah Eros. Ada kilat cemburu di sana. Tapi sekali lagi, ia merasa tidak berbuat macam-macam di belakang kekasihnya itu d

