Eros dan Hari turun dari tangga eskalator. Celingukan mencari nama sebuah restoran yang menjadi tempat kerja Ayun. "Itu, tuh." Eros menunjuk sebuah restoran yang mereka cari. Matanya reflek mencari-cari keberadaan Ayun di sana. Bibirnya kemudian tersenyum tipis menemukan sosok mungil itu tengah serius mencatat pesanan seorang pengunjung. "Kita duduk di sana." Eros menepuk bahu Hari, meminta sahabatnya itu mengikutinya. "Kok di sini? Kirain lo mau makan di tempat cewek lo." Hari menggaruk kepalanya kebingungan. Karena Eros justru memilih restoran lain yang tempatnya cukup jauh dari restoran pacarnya. "Enggak. Ntar lo naksir lagi sama cewek gue." Eros tak segan menunjukkan keposesifannya yang naudzubilah. "Anjir." Hari rasanya pengen muntah melihat kelakuan ajaib sahabatnya itu. "Lama-l

