Eros menunggu dekat pintu keluar basemant bangunan Mall sekaligus apartemen itu dengan bosan. Berkali-kali ia melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Sudah lewat dua jam lebih dari jam pulang kerja Ayun yang biasa, yakni pukul setengah delapan malam. Ia memang tidak mengabarkan kedatangannya kali ini ke Jakarta. Rencananya ia ingin membuat kejutan. Sayangnya rencana itu sedikit meleset, karena Ayun mengirimkan pesan padanya bahwa ternyata ia lembur malam ini. Satu bungkus rokok yang menemani telah habis. Namun belum ada tanda-tanda Ayun keluar dari lorong ruang bawah tanah itu. Suasana depan basemant itu sepi, remang, pedagang kaki lima yang berjajar di pinggir jalan satu persatu telah menutup tenda dagangannya. Hanya menyisakan satu dua saja, yakni tukang nasi goreng

