"Aku pergi dulu ...." Hari perpisahan itu akhirnya tiba. Genggaman tangan mereka kian mengerat seiring ucapan pamit yang terucap. "Jaga diri baik-baik di sini." Eros menarik tubuh mungil itu hingga jatuh dalam pelukannya. Saat itulah tangis Ayun pecah sejadi-jadinya. Meski sudah pasti ia menahan sekuat tenaga isakannya, supaya tak sampai terdengar oleh tetangga kosan yang lain. Ini memang bukan perpisahan pertama mereka. Tapi kali ini terasa lebih berat, seiring perasaannya yang semakin mendalam untuk seorang Eros Adian. Orang yang tak pernah ia sangka akan menempati tempat teristimewa di hatinya. "Jangan nakal di sini," bisik Eros seraya mengusap punggung yang berguncang itu lembut dan penuh kasih. Sesekali ia mendongak, menarik nafas dalam-dalam demi menahan air matanya yang juga men

