"Kamu yakin mau tidur di sini?" Ayun menyerahkan bantal dan selimut di tangannya dengan ragu. Mereka banyak berbicara hingga tak sadar malam telah larut. "Ya, nggak papa ...," jawab Eros tanpa ragu sembari menata posisi bantal di kursi kayu panjang yang ada di balkon. Ia malas pulang. Terlalu banyak ia membuang waktu berharga mereka karena dibutakan rasa cemburu. Oleh karenanya, disisa waktu liburan sekolahnya ini. Ia ingin selalu dekat dan banyak menghabiskan waktunya dengan Ayun sebelum jarak sialan memisahkan mereka lagi. "Kalau kamu masuk angin gimana?" Ayun membantu membenarkan posisi selimut supaya menutup seluruh tubuh Eros dengan rapat. Angin yang bertiup kencang menghantarkan hawa dinginnya. "Badan kamu pasti sakit nanti." Ayun masih terus saja khawatir, tapi tak tahu harus ber

