"Kamu nggak usah khawatir masalah ayah. Yang perlu Kamu ingat cuma satu, apapun yang terjadi aku nggak akan pernah tinggalin kamu. Aku janji." Senyuman tipis terulas di bibir merah muda itu, bersamaan dengan buliran bening yang jatuh dari kelopak matanya. Teringat kalimat yang Eros ucapkan tadi pagi saat berpamitan pergi. Perpisahan mereka untuk kesekian kali. Haru, bahagia ... tapi kali ini lebih banyak rasa takut yang mendera. "Ayun ... ada yang cariin kamu, tuh." Bian mendekatinya yang sedang mengelap piring. Gadis itu menoleh, seakan meminta penjelasan lebih dari rekan kerjanya itu tentang siapa yang mencarinya. "Nggak kenal. Bapak-bapak, sih ... itu di sana." Ayun mengikuti arah jari telunjuk Bian. Sesosok pria paruh baya yang kini tak asing lagi. Setidaknya meski belum sempat ber

