Kecelakaan

996 Kata

Mendekati jam pulang, ponsel di saku Ayun terus saja bergetar. Sepertinya ada panggilan masuk. Mungkin dari Eros, pikirnya. Karena siapa lagi yang akan menghubunginya selain Eros. Tapi karena merasa tanggung dengan pekerjaannya, tangannya juga basah, penuh dengan busa sabun karena sedang mencuci piring. Ayun memilih mengabaikan sebentar panggilan itu. Sampai ia menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. "Ayun, nanti abis cuci piring. Jangan lupa masukin sayur-sayurannya ke kulkas, ya. Aku mau ke belakang dulu. Kebelet," pesan Bian, salah satu rekannya. "Iya, Mas." Ayun tersenyum tipis melihat gestur tubuh Bian yang menyilang kakinya dengan mimik tersiksa. "Mejanya nanti aku aja yang ngelap," ucapnya lagi sebelum akhirnya kabur susah payah menuju toilet. "Siap," jawab Ayun tanpa menol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN