Alana menatap wanita di hadapannya dengan seksama, meneliti setiap detil wajah dan ekspresi yang dikeluarkannya. "Silakan duduk," kata Cassandra. "Saya berdiri saja, silakan katakan langsung apa maksud anda memanggil saya, Nyonya Cassandra." Alana mengatakannya tanpa rasa gentar sedikitpun. Gadis itu sudah bertekad tak mau menunjukkan kelemahan di depan wanita ini. "Ah, iya kaki palsu yang kamu pakai pasti sudah menopang sempurna tubuh kamu," kekeh Cassandra penuh ejekan. "Sebentar..." Wanita itu kemudian mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerjanya. Ia mengeluarkan selembar kertas, lalu menandatanganinya. Dan tersenyum misterius, kemudian menyerahkan benda tersebut pada Alana. "Ambil," ujar Cassandra. Alana mengerjapkan matanya beberapa kali, ia berusaha mendapatkan citra terbai

