Friendship

1912 Kata

TEPAT setelah bel istirahat berbunyi, ponsel Kenzie bergetar menandakan adanya sebuah pesan masuk. Erlang mengiriminya chat. Kenzie melayangkan tatapan herannya ke arah meja Erlang. Sekilas Erlang membalas Kenzie dengan tatapan dingin sebelum mata itu berisi kode untuk segera mengikutinya keluar kelas. Kenzie melihat Erlang beranjak duluan keluar kelas. Tanpa berpikir dua kali lipat lagi, Kenzie pun segera menyusul Erlang sesuai chat yang ia terima bahwa Erlang ingin mengajaknya bicara. Baguslah, karena sebelumnya pun Kenzie memang ingin berbicara dengan Erlang. Bekas lapangan voli yang telah dijadikan kebun apotek hidup di belakang gedung perpustakaan menjadi tempat kedua cowok itu saling berhadapan sekarang. "Itu kamu, kan?" Menolak berbasa-basi, Erlang langsung saja menodongkan perta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN